Asst.Prof.Dr. Edy Ribut Harwanto SH MH Memberikan Cendra Mata Buku Kepada Walikota Metro Wahdi Siratdjudin Dan Dandim 0411/Kota Metro acara Dialog Interaktif Bela Negara

INVESTIGASIPOST. COM, –METRO-Dalam siaran pers yang di publist media online Okezone 19 April 2021 lalu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Kemempan –RB) setoap satu bulan menonjobkan dan memecat 30-40 Apatur Sipil Negara (ASN) karena terpapar paham radikal dan terlibat terorisme.

Hal ini merupakan fakta empiris secara faktual, bahwa gerakan terselubung kelompok anti pancasila yang memiliki tujuan menganti idiologi pancasila menjadi negara kilafah islamiah masih ada dan eksis ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh sebab itu, perlu penguatan idiologi bagi para ASN agar tugas pokok ASN tetap berada pada jalur hukum positif negara dan menguatkan pelatihan dan pemahaman implementasi Bela Negara.

Hal itu di tegaskan Asst. Prof. Dr. Edi Ribut Harwanto, S H M H dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro yang juga Dewan Penasehat Forum Bela Negara (FBN) Kementerian Pertahahan Republik Indonesia di depan ratusan peserta dialog interaktif Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang diikuti pasa sekretaris OPD, Camat, Lurah dan para kepala sekolah se-Kota Metro, dengan mengambil dengan tema “ Semangat Bela Negara Mewujudkan ASN Kota Metro Yang Tanguh dan Unggul”.

Hadir acara tersebut lain, Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjudin, Sp.OG (K) dan Dandim 0411 Kota Metro Letkol Andri Hadiyanto dengan dipandu sebagai moderator dan sekaligus penyelangara acara kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Rosita.

Dipandu, moderator Rosita, Edi Ribut Harwanto, yang juga sebagai Duta Bela Negara telah memiliki sertifikat Nomor : Ser/113/03JA/III/2017 mengikuti pembentukan kader Bela Negara yang diselengarakan oleh direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, mengatakan, bahwa, untuk mencegah terjadinya cuci otak yang dilakukan oleh kelompok anti pancasila, maka diperlukan pembinaan yang serius dan pengawasan terhadap ASN di Kota Metro.

Kita semua tau, bahwa gerakan terselubung maupun terang-terangan terhadak kelompok radikal dan terorisme salah satu tujuan utamannya adalah mengenti idiologi.

Dalam proses upaya untuk menganti idiologi pancasila dengan idiologi kilafah islamiah, maka banyak metode perekrutan anggota dengan berbagai cara dan strategi yang halus dan ilmiah. Satu contoh yang biasanya di gunakan adalah dengan menanya agama, kitab suci, nama nabi dan hukum halal haram.

Pendoktrin biasanya memberikan contoh kepada calon anggota baru yang akan direkrut, jika kamu mengimanni adanya Allah, alquran dan al hadist, maka apa hukumnya minuman keras, pertanyaan itu biasa ditanyakan kepada calon anggota. Pasti calon anggota menjawab haram hukum miniman keras. Jika, minumnan keras haram, maka apa yang harus kita perbuat, pemerintah melegalkan minuman keras, memberikan izin.

Bukankah pemerintah yang melegalkan yang haram itu merupakan pemimpin zhalim yang tidak patut kita imani dan harus kita musuhi. Dari doktrin itu akhirnya, calon anggota terpengaruh dan terbawa oleh dalil-dalil yang di jadikan alat untuk merubah pola pikir dan tujuan akhirnya agar mereka membenci pemerintah dan jalan agar mengikuti rencana para anti pancasila untuk bersekutu dalam wadah organisasinya untuk memeranggi negara dan pemimpinya.

Doktrin seperti itu banyak terjadi dan banyak strategi lain yang dijadikan arguman logis dan ilmiah, dan setelah itu ia dilihatkan vidio-vidio yang berisi konten cuci otak agar mareka da[pat mengikuti irama kelompok anti pancasila.
Oleh sebab itu, ASN di Kota Metro, baik itu para kepala sekolah, lurah, camat dan skretaris OPO se- Kota Metro, yang duduk menjadi unsur pimpinan, harus peka terhadap para staf-staf di bawahnya, selalu melakukan pembinaan mentalnya.

Pemahaman implementasi dalam tataran praktek secara langsung harus menjadi tradisi yang dalam melaksanakan tugas dan tagung jawab seorang ASN. Dispilin waktu, bekerja profesional dan bernilai profetis , moderan dan mencerahkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan prima dari ASB harus diwujudkan secara nyata.

Atas bimbingan nilai profetis ini dalam membentuk karakter prilaku ASN, maka akan menghasilkan SDM yang jujur, amanah, adil, bertangung jawab, cerdas, ramah dan sopan berprilaku baik dan taat pada Pancasila dan UUD 45, dan hal ini merupakan wujud dari implementasi Bela Negara sebagaimana dimamanatkan didalam Pasal 9 ayat ( 1) UU No 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara.

“Oleh sebab itu pemahaman ASN mengenau Tujuan Bela Negara, fungsi Bela Negara dan Manfaat Bela Negara, harus di pahami oleh setiap ASN dan pimpinan ASN secara nyata bukan hanya sekedar teori dan membeca teks peraturan, namaun harus diimani secara sunguh-sunguh dalam tataran empirisnya,”kata Edi Ribut Harwanto pakat hukum pidana ekonomi dan hak kekayaan intelektual ini.

enonjobkan dan memecat 30-40 Apatur Sipil Negara (ASN) karena terpapar paham radikal dan terlibat terorisme.

Hal ini merupakan fakta empiris secara faktual, bahwa gerakan terselubung kelompok anti pancasila yang memiliki tujuan menganti idiologi pancasila menjadi negara kilafah islamiah masih ada dan eksis ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh sebab itu, perlu penguatan idiologi bagi para ASN agar tugas pokok ASN tetap berada pada jalur hukum positif negara dan menguatkan pelatihan dan pemahaman implementasi Bela Negara.

Hal itu di tegaskan Asst. Prof. Dr. Edi Ribut Harwanto, S H M H dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro yang juga Dewan Penasehat Forum Bela Negara (FBN) Kementerian Pertahahan Republik Indonesia di depan ratusan peserta dialog interaktif Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang diikuti pasa sekretaris OPD, Camat, Lurah dan para kepala sekolah se-Kota Metro, dengan mengambil dengan tema

“ Semangat Bela Negara Mewujudkan ASN Kota Metro Yang Tanguh dan Unggul”. Hadir acara tersebut lain, Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjudin, Sp.OG (K) dan Dandim 0411 Kota Metro Letkol Andri Hadiyanto dengan dipandu sebagai moderator dan sekaligus penyelangara acara kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Rosita.

Dipandu, moderator Rosita, Edi Ribut Harwanto, yang juga sebagai Duta Bela Negara telah memiliki sertifikat Nomor : Ser/113/03JA/III/2017 mengikuti pembentukan kader Bela Negara yang diselengarakan oleh direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, mengatakan, bahwa, untuk mencegah terjadinya cuci otak yang dilakukan oleh kelompok anti pancasila, maka diperlukan pembinaan yang serius dan pengawasan terhadap ASN di Kota Metro.

Kita semua tau, bahwa gerakan terselubung maupun terang-terangan terhadak kelompok radikal dan terorisme salah satu tujuan utamannya adalah mengenti idiologi.

Dalam proses upaya untuk menganti idiologi pancasila dengan idiologi kilafah islamiah, maka banyak metode perekrutan anggota dengan berbagai cara dan strategi yang halus dan ilmiah. Satu contoh yang biasanya di gunakan adalah dengan menanya agama, kitab suci, nama nabi dan hukum halal haram.

Pendoktrin biasanya memberikan contoh kepada calon anggota baru yang akan direkrut, jika kamu mengimanni adanya Allah, alquran dan al hadist, maka apa hukumnya minuman keras, pertanyaan itu biasa ditanyakan kepada calon anggota.

Pasti calon anggota menjawab haram hukum miniman keras. Jika, minumnan keras haram, maka apa yang harus kita perbuat, pemerintah melegalkan minuman keras, memberikan izin.

Bukankah pemerintah yang melegalkan yang haram itu merupakan pemimpin zhalim yang tidak patut kita imani dan harus kita musuhi.

Dari doktrin itu akhirnya, calon anggota terpengaruh dan terbawa oleh dalil-dalil yang di jadikan alat untuk merubah pola pikir dan tujuan akhirnya agar mereka membenci pemerintah dan jalan agar mengikuti rencana para anti pancasila untuk bersekutu dalam wadah organisasinya untuk memeranggi negara dan pemimpinya.

Doktrin seperti itu banyak terjadi dan banyak strategi lain yang dijadikan arguman logis dan ilmiah, dan setelah itu ia dilihatkan vidio-vidio yang berisi konten cuci otak agar mareka da[pat mengikuti irama kelompok anti pancasila.

Oleh sebab itu, ASN di Kota Metro, baik itu para kepala sekolah, lurah, camat dan skretaris OPO se- Kota Metro, yang duduk menjadi unsur pimpinan, harus peka terhadap para staf-staf di bawahnya, selalu melakukan pembinaan mentalnya.

Pemahaman implementasi dalam tataran praktek secara langsung harus menjadi tradisi yang dalam melaksanakan tugas dan tagung jawab seorang ASN.

Dispilin waktu, bekerja profesional dan bernilai profetis , moderan dan mencerahkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan prima dari ASB harus diwujudkan secara nyata. Atas bimbingan nilai profetis ini dalam membentuk karakter prilaku ASN, maka akan menghasilkan SDM yang jujur, amanah, adil, bertangung jawab, cerdas, ramah dan sopan berprilaku baik dan taat pada Pancasila dan UUD 45,

dan hal ini merupakan wujud dari implementasi Bela Negara sebagaimana dimamanatkan didalam Pasal 9 ayat ( 1) UU No 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara.

“Oleh sebab itu pemahaman ASN mengenau Tujuan Bela Negara, fungsi Bela Negara dan Manfaat Bela Negara, harus di pahami oleh setiap ASN dan pimpinan ASN secara nyata bukan hanya sekedar teori dan membeca teks peraturan, namaun harus diimani secara sunguh-sunguh dalam tataran empirisnya,

”kata Edi Ribut Harwanto pakat hukum pidana ekonomi dan hak kekayaan intelektual ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *