Wahdi Walikota Metro Paparkan Program Jama-Pai Pada Konferensi Kota Sehat Di Semarang
INVESTIGASIPOST.COM.-Metro – Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin paparkan program jaringan masyarakat peduli anak dan ibu (Jama-PAI) pada Konferensi Kota Sehat 2022 yang digelar di Patra Hotel and Convention Semarang pada 27-30 Maret.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin secara daring tersebut mengusung gagasan besar kota sehat agar dapat diwujudkan di setiap daerah di Republik Indonesia.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, program unggulan Jama-Pai ini sebagai wujud sinergi, kolaborasi, integrasi komprehensif dalam inovasi layanan di RSUD Ahmad Yani dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
“Visi kita sebagai kota sehat telah terukir dalam sejarah panjang berdirinya Kota Metro pada era kolonialisasi Belanda. Kini terus dikembangkan secara kolaboratif untuk meningkatkan kualitas layanan masyarakat lewat program Jama-Pai,” kata dia, Selasa, 29 Maret 2022.
Selain itu, Wahdi juga mengenalkan aplikasi MEWS-OBSTETRI(W) sebagai langkah deteksi dini terhadap kegawatandaruratan bidang obstetri yang bertujuan untuk membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak.
“Aplikasi ini merupakan persembahan Kota Metro untuk dunia Kesehatan Indonesia, sehingga bebas untuk digunakan seluruh tenaga Kesehatan di Indonesia,” kata dia.
Wahdi juga menegaskan, komitmen Pemerintah Kota untuk mengantarkan RSUD Ahmad Yani Metro menuju Rumah Sakit Pendidikan Utama.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan, pihaknya akan mengadopsi kreativitas setelah berkunjung di Museum Kota Lama dan Semarang Creative Hub. Sehingga akan dikembangkan di Bumi Sai Wawai.
“Saat ini Metro juga tengah mengembangkan pemanfaatan cagar budaya dan museum. Kedepannya kita akan dorong lahirnya Creative Hub untuk perkembangan ekonomi kreatif dan UMKM,” kata dia.
Turut mendampingi Wahdi selama penyelenggaraan konferensi diantaranya adalah Direktur RSUD A Yani, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan dan Kadiskominfo Metro.
Diketahui, pada konferensi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 43 provinsi dan 415 kabupaten kota se-Indonesia.
(oke brata)
