Wakil Bupati Lampung Timur Tersinggung Atas Perlakuan 8 Kades Keluar Saat MUSRENBANG BERLANGSUNG
INVESTIGASIPOST.COM,Lampung Timur- Delapan kades tersebut, meninggalkan ruangan Musrenbang, setelah Wabup Azwar memaparkan program kerja yang akan dilakukan pada tahun 2023, pada Senin (13/2/2023)
Adapun delapan kepala desa tersebut yakni, Kades Braja Asri, Braja Fajar, Braja Dewa, Labuhan Ratu Danau, Sumur Bandung, Sri Rejosari, Sumberejo, dan Sriwangi.
Saat diwawancarai di ruangannya, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi mengungkapkan ketersinggungannya atas perlakuan delapan kades tersebut.
“Kemarin ketika saya yang hadir, saya merasa dikalahkan seperti itu,” ujar Wabup Azwar, Selasa (14/2/2023).
Menurutnya, perlakuan Delapan Kades yang ada di Kecamatan Way Jepara tersebut tidak memiliki etika.
“Kok Kades yang dipilih masyarakat, tapi kenapa tidak punya etika?” sebutnya.
“Tanpa izin, tanpa izin, langsung keluar begitu saja,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, kronologi kejadian ketika delapan Kades yang meninggalkan ruangan Musrenbang di Kecamatan Way Jepara.
“Saya di sana kemarin, setelah saya selesai memaparkan program kerja tahun 2023, para kades langsung interupsi, padahal waktunya belum waktunya untuk interrupsi,” ungkapnya.
Menurutnya, para kades mengubah infrastruktur pembangunan di desanya.
“Mereka menentang, mengapa desa mereka tidak dapat jatah untuk pembangunan infrastruktur,” tutur Wabup Azwar.
Namun, para kades tersebut langsung meninggalkan musrenbang, sebelum dirinya memberikan tanggapan terkait keluhan mereka.
“Saya bahkan belum menyampaikan pendapat terkait keluhan mereka, malah mereka langsung meninggalkan ruangan Musrenbang,” jelasnya.
“Maksud saya, kalau belum bisa masuk di tahun 2023, nantinya kan bisa kita masukan di tahun berikutnya 2024,” sambungnya.
