Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lampung Timur Gelar Workshop Refleksi Kurikulum Merdeka
INVESTIGASIPOST.COM-Purbolinggo,-Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lampung Timur Menggelar Kegiatan Workshop Refleksi Kurikulum Merdeka sub kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen jenjang sekolah menengah pertama (SMP) tahun 2024) se-Lampung Timur .Kamis (05-09-2024)

Acara tersebut diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Purbolinggo (SKB) kec Purbolinggo kabupaten Lampung Timur
Kegiatan tersebut Diwakili dan Dibuka oleh kasi SMP an. Nurhuda susianto, m. Pd dikarenakan kadis Dikbud lampung timur sedang menunaikan ibadah umroh

Dalam Sambuatannya tersebut mengatakan Dalam penerapan kurikulum Merdeka ada tiga bagian refleksi IKM (implementasi kurikulum merdeka) refleksi P5 objek penguatan profil pelajar Pancasila) dan refleksi asesmen sematif.
Refleksi tersebut menjadi tindakan kodrati yang mencirikan cara berpikir logis.
(Kemendikbudrislek) melibatkan badan standar kurikulum dan aksesmen pendidikan.
saat ini ada tidak opsi implementasi kurikulum Merdeka yang bersedia bagi satuan pendidikan yang akan mendaftar.

Pertama Mandiri belajar, di mana satuan pendidikan menggunakan struktur kurikulum 2013 dalam mengembang kurikulum satuan pendidikan serta beberapa prinsip kurikulum merdeka dalam rangka pembelajaran dan asesmen.
Kedua Mandiri berubah dimana satuan pendidikan yang menggunakan struktur kurikulum merdeka dalam membangun kurikulum satuan pendidikannya serta melakukan prinsip-prinsip kurikulum merdeka dalam pelajaran bahasa Indonesia.
Ketiga Mandiri berbagi dimana satuan pendidikan menggunakan virtual kurikulum merdeka dalam mengembangkan kurikulum kantor pendidikannya Pak menerapkan prinsip-prinsip kurikulum merdeka dalam mempelajaran dan dengan komitmen untuk membagikan pratik-pratik bagi baik kepada satuan pendidikan lainnya.
Selama implementasi kurikulum Merdeka (IKM) guru memiliki kekuasaan untuk memilih dari berbagai perangkat pendidikan, dengan demikian proses pembelajaran di kelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah siswa kurikulum ini menjadi pilihan bagi seluruh satuan pendidikan yang merupakan satuan pendidikan dalam proses akuisisi data yang tersedia menerapkan kurikulum pembelajaran Mandiri.
saya mengharapkan pada peserta bapak atau ibu kepada Kepala SMP dapat menyerap ilmu dan informasi yang diberikan narasumber sehingga pelaksanaan implementasi kurikulum mereka dapat berjalan dengan baik. Tutupnya
